Tentang
Cerpen pendek, Jakarta nyata.
Ditulis oleh Bagus Pramudita · @cerpen_harian · Kebayoran Lama
Situs ini berisi sebelas cerpen pendek tentang Jakarta. Panjang masing-masing 600 sampai 1000 kata — cukup untuk dibaca di pinggir antrian KRL, terlalu panjang untuk diabaikan sebagai status di media sosial. Saya menulis ini karena cerpen pendek tentang Jakarta tampaknya selalu kalah pamor dari cerpen panjang tentang Jogja atau Bali.
Lokasi yang muncul di cerpen-cerpen ini nyata. Pasar Senen, MRT Lebak Bulus, KRL Bogor, tol Casablanca, kafe di Tebet — semuanya bisa dicek di Google Maps. Tokoh-tokohnya tidak; mereka komposit dari ratusan orang yang saya temui selama tinggal di Jakarta lebih dari sepuluh tahun.
Yang saya hindari: melodrama, eksotisasi orang miskin, dan pemandangan yang dibikin terlalu indah. Jakarta tidak butuh dipoles untuk jadi cerita. Yang saya pertahankan: bahasa yang jujur, tokoh yang bukan tipe, dan akhir yang tidak selalu menyenangkan.
Jadwal
Satu cerpen baru per minggu. Yang lama tetap tinggal, tidak akan dihapus. Kalau ingin update via RSS, ada feed-nya.
Cara menulisnya
Untuk cerpen pendek seperti ini, saya kerap pakai AI assistant sebagai brainstorming partner — untuk uji premis, debug dialog yang terasa kaku, atau cari kalimat pembuka yang tidak basi. Tapi: cerpen yang akhirnya tayang sudah lewat editing manual berkali-kali. Yang terasa "menulis sendiri" itu yang publish; yang masih terasa template AI, dibuang.
Sister site
Versi pantun pendek dari penulis yang sama — kalau Anda lebih suka bentuk pantun ABAB empat baris daripada cerpen empat menit — ada di jakartapantunhouse.my.id. Enam puluh pantun, enam kategori (humor, cinta, macet, kerja, kantoran, nasihat). Beda situs, satu penulis.
Situs ini
Dibangun dengan Astro. Tidak ada tracker, tidak ada iklan, tidak ada newsletter form di setiap akhir halaman.
Kontak
Email halo@jakartapantunhouse.web.id untuk koreksi lokasi, atau usulan tema cerpen berikutnya.