Sejak 2026 · Cerpen edition
Cerpen pendek dari Jakarta yang sebenarnya.
Sebelas cerita pendek, 600-1000 kata. Lokasinya nyata, tokoh-tokohnya tidak. Setiap minggu satu cerpen — dibaca dalam empat menit, ditulis dalam beberapa hari.
Cerpen
11
Genre
5
Total kata
8.4K
Cerpen pilihan
Tiga Jam Empat Belas Kilometer
Empat orang, satu Avanza, satu lagu yang sama diputar enam kali sebelum kami sampai pintu tol Cawang.
Baca cerpen →
Semua cerpen
11 TULISAN
Kedai Pak Wahid
Pak Wahid sudah lima puluh tahun seduh kopi dengan cara yang sama. Anaknya pulang dari Belanda untuk mengubah segalanya.
Sate Sabang, Pukul Sebelas Malam
Kami janjian di Sabang setiap Jumat malam selama tiga tahun. Sampai Jumat dia tidak datang, dan tidak pernah datang lagi.
Pukul Tiga Pagi, Air Sudah Sampai Lutut
Ibu Surti pertama kali kenal Bu Erni saat banjir 2020. Sekarang mereka saling pinjam dapur tiap hari, banjir atau tidak.
Bulan Pertama di Tebet
Hari kesepuluh kos di Tebet, dia menyadari pintu kamarnya tidak bisa dikunci dari dalam dengan sempurna.
Kafe yang Sudah Tutup Tahun Lalu
Mereka janjian di kafe Kemang yang sudah tutup setahun lalu. Dia tetap datang. Begitu juga si mantan.
Lantai Empat Belas, Pukul Tujuh Malam
Andi sudah dua minggu tidak ke kantor. Dia tetap berangkat setiap pagi, tetap pulang setiap malam, tetap menerima gaji.
Pukul Empat di Pasar Senen
Bu Mar sudah tiga puluh dua tahun jualan sayur di Pasar Senen. Pagi ini dia bertemu cucunya yang sudah lima tahun tidak pernah datang.
Reuni di Cafe Batavia
Sepuluh tahun setelah lulus SMA, mereka bertemu di Cafe Batavia. Yang berubah bukan hanya wajah.
Kilometer 47 Tol Cikampek
H-2 Lebaran, kami terjebak di kilometer 47 selama lima jam. Yang mengganggu bukan macetnya — anak saya bertanya tentang ayahnya.
Single-Origin di SCBD
Bayu membayar Rp 78.000 untuk kopi yang katanya 'notes blueberry'. Dia tidak bisa membedakan kopi itu dari kopi sachet jam tiga sore.