← Kembali

Komedi · Ragunan · 3 menit

Pernikahan Salah Tanggal

Reza naik Grab Car ke Gedung Serbaguna Ragunan, Sabtu pagi, pukul setengah sepuluh. Dia pakai jas hitam, kemeja putih, sepatu kulit yang baru disemir kemarin malam. Di tangannya, amplop coklat berisi Rp 300 ribu — angka standar pernikahan teman kantor 2026.

Dia turun di depan gedung. Dia menatap baliho besar di pintu masuk.

Akad Nikah & Resepsi Andre Pranata & Sintia Lestari Sabtu, 4 Juli 2026

Reza membaca tanggalnya. Lalu dia membaca lagi. Lalu dia mengeluarkan HP.

Hari ini tanggal 27 Juni.


Reza membuka WA. Dia mencari undangan dari Anita — teman kantor yang menikah hari ini.

Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 10.00 WIB, Gedung Serbaguna Ragunan.

Reza membaca tanggalnya. Empat Juli. Bukan dua puluh tujuh Juni.

Dia berdiri di pintu gedung selama tiga puluh detik penuh, menatap baliho yang bukan untuk Anita.


Seorang petugas resepsi — perempuan, dua puluhan, kebaya kuning — mendekati Reza.

“Mas, dari pihak mempelai pria atau wanita?”

Reza menatap petugas itu. Dia menatap pintu. Dia menatap amplop di tangannya.

Pilihan A: bilang salah tanggal, balik Grab pulang, ganti pakaian, satu jam wasted. Pilihan B: masuk.

“Mempelai pria.”

“Silahkan, Mas. Isi buku tamu dulu ya.”

Reza isi buku tamu. Dia tulis nama: “Reza Pratama.”

Bagian “Dari”: dia ragu dua detik, lalu tulis “Teman SMA Andre.”


Di dalam, Reza langsung jalan ke meja angpao. Dia masukin amplop. Petugas amplop mengangguk, “Terima kasih, Mas.”

Dia jalan ke prasmanan. Pengantin masih di pelaminan untuk salaman. Pak penghulu sudah pulang. Tamu sudah ratusan.

Reza ambil nasi kebuli, ayam bakar, sambal, kerupuk. Dia duduk di meja kosong pojok belakang.

Sebelah dia, seorang bapak-bapak 50-an menanyakan, “Mas, dari pihak siapa?”

“Andre, Pak. Teman SMA.”

“Oh. Saya pamannya Sintia. Kerjanya di mana?”

“Di Sudirman, Pak. Konsultan.”

“Andre cerita pernah ke SMA mana? Saya lupa.”

Reza diam dua detik. “SMA Negeri 8.”

“Oh.”


Andre — yang Reza belum pernah ketemu seumur hidup — datang ke meja Reza untuk salaman, lima belas menit kemudian. Dia memakai jas abu-abu, kacamata, senyum lebar untuk orang asing.

“Terima kasih ya, Mas, sudah datang.”

“Selamat ya, Bro.”

“Bro? Maaf, kita ketemu di mana ya?”

“SMA Negeri 8.”

“Saya lulusan 70. Mas lulus tahun berapa?”

Reza menatap Andre. Andre menatap Reza. Empat detik diam.

“Bro, jujur,” Reza akhirnya berkata, “saya salah tanggal.”

Andre tertawa keras. Dia menepuk bahu Reza. “Hahaha. Salah tanggal gimana?”

“Saya kira temen kantor saya. Anita. Dia juga di Ragunan, minggu depan.”

“Hahaha. Mas amplopnya sudah dimasukin?”

“Sudah.”

“Yaudah. Anggap aja sodara.” Andre menepuk bahu Reza lagi. Dia memanggil istrinya. “Sin, ada tamu salah tanggal. Tetep ngamplop. Gokil.”

Sintia tertawa. Dia mengulurkan tangan ke Reza. “Makasih ya, Mas. Beneran ya, makasih.”


Reza pulang pukul setengah dua belas. Dia naik ojol — Grab Bike kali ini, lebih murah. Helm pinjaman. Jas-nya kusut karena duduk satu jam di meja prasmanan.

Di kos di Mampang, dia ganti baju, melepas sepatu, dan duduk di kasur.

Dia membuka HP. Andre baru kirim friend request di IG. Caption: Adik kelas SMA 8, salah tanggal tapi tetep ngamplop. Legend.

Reza accept. Dia like postingan pernikahan Andre. Dia caption komentar: Sukses ya, Bro.

Lalu dia menutup HP. Dia tidur siang sampai pukul dua. Minggu depan, dia akan ke Ragunan lagi. Pakai jas yang sama. Untuk Anita kali ini.


— Ragunan, 3 Juli 2026

Ditulis oleh Bagus Pramudita

← Semua cerpen Genre Komedi →