Genre
Politik
Cerpen tentang anggota DPR yang turun ke gang dengan rombongan, baliho yang lebih besar dari rumah warga, dan suara yang sudah dibagikan lima tahun lalu — dari jendela, bukan dari podium.
15 cerpen
Reels Politik Capres
Sari, content creator 24 tahun, dibayar 5 juta untuk satu Reels endorsement capres. Dia menerima brief. Dia membuat video. Dia mematikan komentar setelah posting.
Pak RT Jadi Tim Sukses
Pak Solihin, RT 04 Tanah Tinggi, dipanggil rapat tim sukses caleg dapil tiga. Honor: dua juta sebulan. Dia menerima, lalu pulang dengan rasa tidak enak yang dia tidak ceritakan ke istrinya.
Reuni Pendukung di Mall
Komunitas Pendukung Pak Wibowo mengadakan reuni di food court Senayan City. 47 orang datang. Pak Wibowo, capres yang kalah dua tahun lalu, kirim video sambutan.
Mobil Komando Lewat Bintaro
Mobil komando lewat depan rumah Maya pukul sembilan pagi hari Minggu. Pengeras suara meneriakkan nama caleg yang Maya tidak kenal. Anak Maya baru tidur jam tujuh tadi.
Survei Lewat WhatsApp
Dimas, mahasiswa semester lima, dapat WA dari nomor tidak dikenal. Pesan blast: "Pilih siapa di pemilu mendatang?" dengan empat opsi tombol. Dia membalas. Hari itu juga, follower IG-nya naik 200.
Wawancara Caleg Muda
Niko, 26 tahun, caleg termuda dapil sembilan, diwawancara podcast politik di kafe Cilandak. Mic mengkilap. Kamera Sony A7. Niko menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang sudah dia hafalkan dua minggu.
Spanduk Wagub di Pasar Minggu
Spanduk Wakil Gubernur dipasang di atas kios buah Bang Edi di Pasar Minggu. Dipasang malam-malam, tanpa izin. Bang Edi tahu pagi-pagi waktu buka kios.
Reklame LED Capres di Sudirman
Pukul setengah delapan malam, Bagas terjebak macet di Sudirman. Di atas mobilnya, reklame LED 30 meter menyala. Wajah capres tersenyum, lalu wajah capres yang lain tersenyum.
Caleg Bertemu Karang Taruna
Bu Indriana, caleg nomor urut tiga, datang ke pertemuan Karang Taruna RW 05 Tebet. Dia membawa donat 50 boks. Anak-anak Karang Taruna lebih tertarik donat.
KPPS Subuh di Kebon Jeruk
Pak Hambari, ketua KPPS TPS 22 Kebon Jeruk, bangun pukul tiga subuh. Dia menyalakan kompor. Dia menyetrika kemejanya. Pemilu hari ini.
DPR Bagi Bingkisan Banjir
Pak Suryadi, anggota DPR, datang ke Kampung Melayu dua hari setelah banjir. Bawa 300 bingkisan. Wartawan datang. Air masih setinggi betis.
Saksi TPS Bayaran
Yudi diberi amplop berisi 150 ribu untuk jadi saksi caleg di TPS 14 Cipayung. Dia datang pukul enam pagi. Dia pulang pukul sembilan malam dengan amplop yang sama, masih tertutup.
Demo BBM di Patung Kuda
Reza ikut demo BBM hari Selasa siang. Dia bawa air mineral, masker, dan satu spanduk yang ditulis tangan. Pukul empat sore dia dapat WA dari atasannya.
Janji Pavement RT 03
Pak Darmadi datang ke RT 03 Pegangsaan dengan janji satu: paving block. Tiga tahun kemudian, paving block belum ada. Pak Darmadi sudah jadi anggota dewan.
Baliho Caleg di Pintu Air
Wajah Pak Hendarman, caleg dapil dua, menggantung di atas Pintu Air Manggarai. Banjir sudah surut tiga hari, balihonya masih basah.